Monitor

Posted: February 14, 2011 in Komputerisasi
Tags: , ,

Istilah Monitor biasanya digambarkan pada sebuah kotak layar yang dapat menampilkan sesuatu dari komputer. Selain itu pula istilah monitor terkadang digambarkan untuk menilai kemampuan grafis . Ada banyak cara menggolongkan monitor .Tetapi cara yang paling sering digunakan adalah dengan melihat kemampuan dari warna yang dihasilkan monitor tersebut.Monitor dapat di bagi menjadi 3 kelas,diantaranya

Monochrome : monitor monokrom biasanya menampilkakn 2 warna ,warna background dan 1 lagi warna foreground.Warna tersebut adalah warna hitam dan putih,hijau dan hitam ,kuning dan hitam.

Gray-scale : Gray Scale moniitor jenis monitor spesial dari monitor Monochrome yang dapat menampilkan bayangan ungu yang berbeda.

Color : Monitor color adalah monitor berwarna yang memiliki 16 hingga 1 juta warna yang berbeda.Monitor berwarna ini sering disebut monitor RGB karena monitor  tersebut  dapat menerima 3 signal yang berbeda ,Merah (Red),Hijau (Green), dan Biru (Blue).

Setelah mengetahui penjelasan di atas ,aspek paling penting pada sebuah monitor adalah ukuran atau sering kita kenal dengan istilah screen atau ukuran layar .Seperti sebuah tevisi, ukuran layar adalah perbandingan lebar dalam satuan inci. Jarak antara satu sudut dengan sudut berlawanan lainnya.Pada umumnya ukuran minimal monitor adalah 14 inci, sedangkan untuk monitor yang berkuran 16 inci atau bahkan lebih sering disebut dengan monitor berlayar penuh.

Selain itu berdasarkan ukuran, monitor pula dapat berbentuk portrait atau ukuran tinggi lebih besar dari ukuran lebar atau dalam bentuk landscape ukuran lebar lebih besar dari ukuran tinggi. Monitor landscape dapat menampilkan dua halaman penuh yang saling berdampingan satu sama lain. Resolusi dari monitor mengidentifikasikan beberapa padat pixel yang ada, Pada umumnya, semakin banyak pixel (sering di ungkapkan dengan titik per inci), semakin tajam hasil gambar yang dapat di tampilkan. Banyak monitor saat ini sudah dapat menampilkan 1024 hingga 768 pixels, untuk penggunaan kartu grafis standar. Beberapa model monitor high-end sudah dapat menampilkan 1289 hingga 1024, atau bahkan 1600 sampai 1200 pixel.

Selain itu ada beberapa cara umum lainnya dapat dilakukan untuk menggolongkan monitor, yaitu dengan berdasarkan istilah pada tipe sinyal yang diterima oleh monitor tersebut, apakah itu analog ataukah digital. Kebanyakan monitor saat ini menerima sinyal analog, yang mensyaratkan menggunaan VGA, SVGA, 8514/A dan beberapa resolusi pewarnaan standar lainnya.

Sedikit monitor yang memiliki frekuensi yang tetap, yang berarti bahwa monitor tersebut menerima inputan hanya pada satu frekuensi. Kebanyaan monitor adalah “Multiscaning” yang berarti bahwa monitor tersebut dapat menampilkan gambar dengan resolusi yang berbeda, tergantung dari data yang mereka terima dari video adapters. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas dari sebuah monitor adalah :

Bandwidth : Jarak frekuensi sinyal yang dapat diatasi oleh monitor. Hal ini di tentukan dari seberapa banyak data yang diproses, dan selain itu seberapa cepat monitor tersebut dapaat memroses resolusi tinggi.

Refresh rate : Seberapa kali persatuan detik layar dapat di “refresh” . Untuk menghindari adanya kejapan, maka refresh setidaknya 72Hz.

Interlaced or noninterlaced : Interlacing adalah teknik yang dapat dilakukan oleh monitor untuk memiliki resolusi yang lebih, tetapi hal itu dapat mengurangi kecepatan reaksi monitor.

Dot pitch : Jumlah ruang antara pixel. Semakin kecil dot pitch, maka akan semakin tajam warna yang di hasilkan.

Convergence : Kejernihan dan ketaajaman akan setiap pixel.

 

Dasalin dari : Suara Rakyat, Edisi 14-20 Februari 2011, Hal.9, Pukul 16.12 Wita

Pengetik : Ryad dan Beben

Comments are closed.