Para pekerja IT adalah ‘BUDAK’ Perusahaan.

Posted: November 12, 2010 in Komputerisasi
Tags: , , , ,

Tanggal : 30 Mei 2010 Pukul 2:46 Wita

IT adalah sebuah jargon yang sering terdengar ditelinga kita, suatu pekerjaan yang melibatkan komputer sebagai mainstreamnya,mengobok-obok isi komputer, baik software maupun hardware, tiap hari dedapan tabung monitor atau cristal cair di LCD,pencet keyboard dan memperkosa mouse. Jelas pelaku IT tidak bisa lepas dari komputer, apapun bidangnya, baik programer, disainer hingga teknisi sempalan.

Di Era Globalisasi sekarang, dunia IT sudah banyak menghasilkan lapangan pekerjaan baru, dengan omset milyaran per bulan, apapun bisa menjadi uang jika sudah masuk dunia IT, contoh kongkrit saja facebook, membernya melebihi 200 juta orang, hampir mendekati jumlah penduduk indonesia yang notabene 225 juta jiwa.

Tidak hanya sebatas lahan pencetak uang, tetapi sumber informasi terbesar adalah didalam dunia IT itu sendiri, internet sebagai wadahnya sangat banyak membatu para mahasiswa, dosen, guru pengajar dan tante-tante girang untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, tidak ada batas dan tidak ada waktu berkunjung seperti rumah sakit sanglah. Bebas. kapanpun dimanapun anda bisa mendapatkan informasi itu. Itulah hebatnya dunia IT, dunia para manusia dan “setan”.

Melihat keadaan ini, perusahaan mengambil tindakan untuk mencari omset yang paling banyak dengan modal sangat sedikit, prinsip ekonomi ternyata wajib dicekoki oleh perusahaan, perusahaan menuntut karyawan untuk bersikap profesionalisme, tidak abal-abal, loyalitas, tidak banyak menuntut, dan penuh tanggung jawab. Sebuah rentetan sistem yang rasanya sudah muak kita dengar…

Para pekerja IT di sumpal dengan gaji bulanan maksimal 2 juta,dengan “ribuan” syarat diatas, berbeda sekali dengan di luar negeri, yang pekerja nya dibayar per jam dengan nilai yang sangat tinggi. maka tidak heran jika seorang pelaku IT itu sering melakukan bajing loncat, alias pindah-pindah perusahaan, perusahaan A dijadikan batu loncatan untuk tujuan yang lebih baik, karena para pekerja IT itu merasa sebagai sapi perah, dituntut profesionalisme tetapi konpensasinya adalah isapan jempol.

Wassalam
Hendra Wijaya

Comments
  1. master says:

    betull mas …😀

    Hendra:
    kayak upin ipin ajah.. xixixixi

  2. bihhudalta says:

    petani, yang berasnya kita makan sudah dijadikan sapi perah seluruh bangsa ini dari jaman belanda sampai jaman sekarang.

    Hendra :
    wkwkwkwkwkw, betul juga mas ya,

  3. ochi says:

    wkkwkwkkwk, klo di bilang betul juga sich.. tp di usahakan sebelum keluar harus ada penggantinya dulu…, jgnkan di dunia it.. di luar it juga ky gitu mas.. yang serhasil cm yg punya modal besar…. sabar aja mas.. tuhan itu adil..

    Hendra :
    Terimakasih atas motivasinya ochi… salam kenal.

  4. siapakah saya says:

    klo saya saat ini cr pengalaman dulu mas… di dunia IT walaupun jd kuli IT, dan bila waktunya cr kerja keluar dr job IT walaupun jd operator… lumayan klo programmer klo dach bisa bikin program smcm erp.. uang ngalir sendiri.🙂, karena IT itu adalah kerja yang gak terikat sama kontrak…, walaupun sy saat ini msh belum kerja😦 . masih memperdalam ilmu pengetahuan sekalian nyari gawean…🙂. sory yach klo kata” saya ada pihak yg marah… wkwkkwkwkwkwkw

    Hendra :
    Hehehe, IT kan ga sebatas buat program aja mas, masih banyak kerjaan yang mengatas namakan IT, tapi ya kayak gitu deh.. hahahaha

  5. Krisna says:

    Dan saya pun merasakannya😀


    Hendra Wijaya:
    Kalau begitu, mari kita sama2x ber sabar…